Real Madrid resmi menyerahkan bukti terkait insiden rasisme yang menimpa Vinicius Junior ke UEFA setelah laga Liga Champions melawan Benfica di Lisbon, Selasa (17/2). Klub LaLiga itu menegaskan akan terus proaktif mengusut kejadian tersebut demi melindungi pemainnya.

Dalam pernyataannya, Los Blancos menyatakan bahwa semua bukti yang tersedia telah dikirim ke UEFA untuk membantu penyelidikan. Klub juga menegaskan komitmennya dalam memberantas rasisme, kekerasan, dan kebencian dalam sepakbola maupun masyarakat luas.
“Real Madrid menghargai dukungan dan kasih sayang yang diterima Vinicius dari seluruh komunitas sepakbola global. Kami akan terus bekerja sama dengan semua lembaga terkait,” tulis klub. Langkah ini menegaskan sikap nol toleransi terhadap tindakan diskriminatif di lapangan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kronologi Insiden di Estadio da Luz
Insiden terjadi saat leg pertama playoff 16 besar Liga Champions, ketika Vinicius mencetak gol di menit ke-50. Saat merayakan gol, Vinicius terlibat debat dengan penyerang Benfica, Gianluca Prestianni.
Vinicius marah setelah Prestianni disebut mengatainya monyet, sehingga menimbulkan ketegangan di lapangan. Pemain Madrid sempat menolak melanjutkan pertandingan, yang disetujui oleh seluruh skuad, sehingga laga dihentikan sementara oleh wasit.
Keributan juga terjadi di bench kedua tim, yang berujung pada dua kartu merah bagi staf pelatih Benfica. Setelah jeda sekitar 10 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan, dan Real Madrid tetap memenangkan laga 1-0 berkat gol tunggal Vinicius.
Baca Juga: Kemenangan Penting Barcelona yang Tak Sepenuhnya Sempurna
Tindakan Proaktif Real Madrid

Klub secara aktif bekerja sama dengan UEFA untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius. Penyerahan bukti termasuk rekaman video dan laporan saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan resmi.
Real Madrid juga menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk diskriminasi dan siap mengambil langkah hukum maupun regulasi jika diperlukan. Langkah ini sekaligus menjadi pesan tegas bagi semua pihak bahwa rasisme tidak akan ditoleransi di olahraga profesional.
Selain itu, klub mengapresiasi dukungan penggemar dan komunitas sepakbola internasional yang memberi semangat kepada Vinicius. Solidaritas ini dianggap penting untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
Dampak bagi Pemain dan Kompetisi
Insiden ini menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam memberantas rasisme di sepakbola. Bagi Vinicius, pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya dukungan tim dan klub dalam menghadapi situasi sensitif.
Meski terjadi gangguan, performa Vinicius tetap impresif. Gol tunggalnya memastikan kemenangan Real Madrid 1-0 dan menjadi bukti profesionalisme pemain meski mendapat perlakuan diskriminatif.
UEFA kini memiliki bukti lengkap untuk menindaklanjuti kasus ini, sementara Real Madrid berkomitmen menjaga lingkungan aman bagi seluruh pemain. Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kampanye anti-rasisme di sepakbola Eropa. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal123.tv.
